Siapa Kita, Indonesia Kah?

8
163
views

Siapa Kita, Indonesia Kah? – Belakangan ini sedikit jenuh melihat media sosial, khususnya Facebook. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, dimana FB masih asyik. Menjadi sarana untuk berbagi kabar dan bercerita dengan teman maupun keluarga. Namun belakangan ini semakin tidak asik ketika banyak status yang bertebaran di beranda hanya tentang politik.Siapa Kita, Indonesia Kah?

Dimana sebagian teman Fb membahas tentang capres satu dan teman FB lainnya membahas Capres dua. Yang buat letih melihatnya ketika diantara mereka saling memuji ataupun menjelekkan diantara capres-capres tersebut.

Tidak hanya membahas politik, banyak juga status maupun konten yang disebar di media sosial berupa info yang detail beritanya belum jelas alias hoax. Belum lagi setiap informasi yang dishare dikaitkan dengan isu SARA, khususnya Agama.

Semakin lama, semakin tidak asik melihat beranda FB saya sendiri. Bagaimana dengan kalian? Apakah merasakan hal yang sama?

Heran sekaligus sedih aja sih, melihat teman-teman pada berdebat tentang sesuatu hal yang seharusnya tidak perlu didebatkan. Terkadang ada satu berita yang heboh, yang di share di media sosial, mereka saling komentar dan akhirnya saling menyudutkan. Padahal berita yang dishare juga belum tentu benar.

Lucu aja, ketika nantinya ketemu di dunia nyata. Dan saat ketemu saling tidak tegur sapa, atau saling membuang muka diantara mereka. Yang membuat lucu hanya karena berdebat dan tidak sepaham di media sosial. Hahhaha, lucu ya. 😀

Tapi semoga saja tidak seperti yang saya bayangkan. Berharap sih, perbedaan pendapat di media sosial tidak terbawa di dunia nyata. Dimana saat ketemu langsung masih saling salaman, saling tertawa sama seperti dulu. Bener gak?Siapa Kita, Indonesia Kah?

Siapa kita? Bukankah kita Indonesia? Yang saling mengerti tentang semboyan Bhineka tunggal Ika,yang artinya walaupun berbeda-beda tetap bersatu jua. Dimana kita sebagai orang Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama harus saling menghargai.

Jadi, sebaiknya hentikan semua perdebatan di media sosial, apalagi diantara teman-teman yang dulu satu sekolah, satu kantor pokoknya yang dulunya saling asik bila bertemu. Apalagi yang dibahas tentang dunia perpolitikan yang tiada abisnya.

Seandainya kita saling sadar dan paham, Panggung Politik itu seperti panggung sandiwara, Ceilee…. Betul tidak? Yaa seperti yang sama-sama kita sadari, dalam dunia politik tidak ada namanya teman dan lawan sejati, yang ada hanyalah kepentingan abadi.
Karena kita tahu, kalau Partai A dan B saling koalisi, Partai C dan D berada di Oposisi.

Beberapa tahun kedepan bisa saja partai A dan C yang Berkoalisi, lalu B dan D yang saling bekerjasama untuk menjatuhkan A dan C. Pokoknya seperti itulah. Tidak ada yang pasti. Jadi, lucu kan? Kita berdebat tentang ini itu sampe tegang, lah yang diatas sono saling berjabat tangan dan tertawa. Ahh Sudahlahh,,,, 😀

Ayoo ingat, Siapa Kita? Indonesia kah? Jika kita Indonesia, mari kita bersatu dan saling menghargai perbedaan pendapat diantara kita. Dari pada berdebat dan bertengkar mending kita jalan-jalan bareng.

Melalui media sosial, berita atau informasi akan tersebar begitu cepat. Tinggal kita yang harus cerdas memilah informasi yang baik dan benar. Karena saat ini banyak informasi dalam bentuk video yang viral, malah terkadang informasinya tidak benar,alias hoax. Nah para netizen yang nonton sudah duluan berkomentar nyinyir, saling menyalahkan, berdebat, pro dan kontra padahal belum tau keaslian berita tersebut.

Untuk itu jangan lah kita mudah terpancing dengan komentar-komentar di media sosial yang bernada negatif. Yang harus diketahui, belum tentu yang berkomentar negatif tersebut adalah manusia, melainkan robot. Yang tujuannya menarik perhatian netizen untuk berkomentar dan berdebat serta bertujuan untuk membuat VIRAL.

Duhh… ceritanya udah mulai gak terarah dari judul nih. Maafkan saya. Ini Cuma sebuah opini dan curhatan saya terhadap timeline media sosial khususnya FB. Mungkin saja ada yang mengalami hal serupa.

Nah, bagi para blogger, youtuber, Buzzer dan para pembuat konten lainnya, diharapkan membuat konten yang bermanfaat, serta menyebarkan informasi yang benar dengan sumber yang jelas. Jangan hanya mengejar satu kata yaitu VIRAL. Sehingga memberikan keuntungan diri sendiri dan bisa merugikan orang lain.

Jadi, siapa Kita? Indonesia kah? Sudah pasti kita sepakat, kita adalah Indonesia. Kita yang menjunjung tinggi persatuan dan kedamaian.

Ayooo.. ciptakan keseruan seperti dulu. Jangan jadikan perbedaan pendapat membuat kita saling bermusuhan. Apalagi berbeda pandangan tentang politik yang lagi hangatnya untuk dibahas. Sudahlah. Kita Indonesia, kita pilih dan berdoa saja. Mendapat pemimpin yang terbaik dari yang baik. Setuju?

Siapa kita? Indonesia….. Siapa Kita? Indonesia. KITA INDONESIA…!!

8 COMMENTS

  1. Kalau linimasa mulai panas, aku juga malas buka media sosial. Dan sekarang lagi jenuh sebetulnya, karena lama-lama kok bukan bikin senang tapi kayak ada racunnya :(. Mungkin karena ada sebagian yang jempolnya lebih cepat merespon daripada otak ya, Rud :D.

  2. Sejak ada Asian Games lini masa FB menjadi adem. Rasa nasionalisme bangkit kembali dan semua bangga menjadi orang Indonesia. Rasanya semua bersatu tanpa nyinyir-nyinyiran. Andaikan ada Asian Games setiap hari damai banget ya linimasa FB.

    • Bener banget kak.. syukurlah ada Asian Games 2018 ini. Ini mencerminkan sebenarnya kita itu satu dan asik… tapi kalau udah bahas politik, udah jadinya gak asik dan merembet ntah kemana aja.. hhehe 😀

  3. saya dulu sering bikin post blog dan status fb tentang politik. tapi karena sekarang semua ngomongin politik, jadi males bikin tulisan kaya dulu lagi. meski kadang gatel juga mau menanggapi, tapi ditahan-tahan deh.

    setiap kita ga bisa bersikap netral atau pun cuek. pasti ada kecenderungan kita ada di pihak mana, tapi kita juga harus bersikap objektif. sayangnya itu yang tidak banyak dilakukan oleh kebanyakan yang bikin tulisan atau status itu.

    saya sekarang putar haluan bahas yang lain aja deh, hehe

  4. Kalau aku ya, kalau ada pilihan untuk kembali jadi seperti Indonesia yang dulu… Aku gak akan ambil itu, karena zaman sudah berubah, kembali seperti dulu pun bukan solusi yang baik. Maunya Indonesia yaitu KITA rajin mengevaluasi diri, lalu berbenah diri. Saling mendoakan kebaikan untuk negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.